Tularkan Semangat Perubahan di NTT

oleh
Jokowi-Ahok (Foto: Okezone.Com)
Jokowi-Ahok (Foto: Okezone.Com)
Jokowi-Ahok (Foto: Okezone.Com)

| KOEPANG.COM | Tularkan Semangat Perubahan di NTT. Hari Ulang Tahun NTT ke-56 sangat istimewa karena dihadiri Presiden RI ke-7, Ir. Jokowi Widodo. Kebahagiaan masyarakat NTT semakin lengkap dengan kehadiran Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta, dan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

Kedatangan Ahok dan Pranowo tidak sekedar ikut eforia pesta HUT NTT melainkan membuka jalan kerja sama lintas provinsi. Sedangkan Jokowi meninjau kondisi NTT lebih dekat dan meresmikan beberpa pembangunan infrastruktur seperti bendungan Rakmano dan RS Siloam.

NTT memiliki potensi di bidang ternak dan kelautan. Sektor peternakan telah mendorong Jokowi, semasa menjadi Gubernur DKI, mengajak kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk ‘mengimport’ pasokan sapi atau dagingnya ke Jakarta. Kesepakatan baru dituangkan dalam MoU yang ditandatangi oleh penggantinya, Ahok.

Seperti tidak mau ketinggalan dengan Pemerintah DKI, Pemerintah Provinsi Jateng melirik sektor unggulan lain NTT, bidang kelautan. Pada kesempatan ini, Gubernur Pranowo menandatangi MoU dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Penandatangan MoU kerjasama Pemerintah DKI dan Pemerintah Provinsi Jateng dengan Pemerintah Provinsi NTT disaksikan langsung oleh Jokowi. Sebuah harapan besar bahwa kerja sama ini bukan sebuah isapan jempol belaka tetapi dilandasi oleh tekad dan komitmen semua pihak.

Kedatangan Jokowi, Ahok, dan Pranowo memiliki nuansa positif bagi NTT – tidak hanya sektor pembangunan fisik tapi sektor pembangunan SDM (kepemimpinan). Hal ini yang disoroti oleh Ansi Lema, dosen dan pengamat politik, melalui status facebooknya (20/12/14).

Jokowi, Ahok dan Ganjar Pranowo ke Kupang hadiri HUT NTT. Mereka hendak menularkan semangat perubahan di NTT. Arus kuat perubahan tidak bisa dibendung lagi. Akankah NTT di masa depan mampu melahirkan pemimpin berkarakter-berstandar Jokowi-Ahok? Jika tidak muncul, NTT akan terus seperti ini. Ironisnya, Jokowi-Ahok ke NTT di saat pemprov dan DPRD Propinsi menganggarkan 190 milyar rupiah untuk bangun Kantor Gubernur NTT. NTT, emang butuh ya Kantor Gubernur senilai ratusan milyar? Jokowi tipikal sederhana, Ahok transparan-akuntabel, NTT koq beda ya?

Menurut Lema, karakter kepemimpinan Jokowi dan Ahok tak diragukan lagi. Mereka menjadi model pemimpin masa kini. Jokowi yang sedehana, sedangkan Ahok yang transparan-akuntabel. Ini harus menjadi contoh bagi para pemimpin di NTT untuk menggagas program-program yang pro rakyat. Pola kepemimpinan yang transparan dan akuntabel terutama dalam perencanaan dan penggunaan anggaran.

Nitizen lain, Syprianus Pelang menambahkan di thread status Lema.

Semua kita mengharapkan NTT maju lebih cepat teman. NTT sudah berdiri sejak lama. Banyak yang harus direformasi, pola pikir, gaya kepemimpinan seperti raja, senang dilayani, evaluasi habis jg diskusi. Harapan mudah-mudahan virus Jokowi, Ahok mulai tumbuh di NTT. Mungkin butuh orang muda, kreatif.

Kita menanti perubahan dengan dukungan kerja dan doa. Semangat dan karakter kepemimpinan Jokowi, Ahok, dan Pranowo beranak pinak dan menulari para pemimpin seantero NTT setelah mereka meninggalkan jejak di sini.

Tentang doa dan harapan seperti terurai dalam satus facebook Agustinus Tetiro, wartawan media nasional, berikut ini.

Selamat Ulang Tahun NTT. Ini propinsi yang keren. Budayanya kaya dan manusianya luar biasa.

Selamat Ulang Tahun NTT. Proficiat Bapak Frans Lebu Raya. Anda pasti orang hebat: dipercaya untuk batas waktu terlama.

Selamat Ulang Tahun NTT. Misi dan zending yang satu namun terus dievaluasi. Karena, kita memang mau semakin baik dalam kebersamaan dengan yang lain.

Selamat Ulang Tahun NTT. Pemerintahan bersih dan mau maju. Ini pasti doa.

Selamat Ulang Tahun NTT. Jangan saling jual manusia lagi. Ini pasti. Harus.

Selamat Ulang Tahu NTT. Akh, saya belum pernah ke Sumba dan Atambua.

Jokowi, Ahok, dan Pranowo telah angkat kaki dari NTT. Mereka telah mewarisi karakter kepemimpinan kepada kita. Semoga semangat leadership mengakar dan merasuki hati para pemimpin. ***(dari berbagai sumber)

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.