Tentang Ibu Tak Pernah Cukup

oleh
Valens Daki-Soo

Jakarta, KOEPANG.COM – Hari Ibu, setiap tanggal 22 Desember, menjadi momentum untuk menyatakan cinta kepada sang ibu. Berbagai tanda atau ungkapan disematkan pada ibunda. Salah satu wujud cinta dituangkan dalam bentuk puisi.

Di tengah rutinitas yang padat di ibukota, Valens Daki Soo alias Bung VDS menorehkan puisi sebelum hari ditutup tirai gulita. Setapak demi setapak hidupnya di metropolitan tidak terlepas cinta dan doa ibu.

Bung VDS kehabisan kata untuk melukiskan cinta ibunda. Itu tampak dalam syairnya berikut. Seribu bait ataupun selaksa kata tak mampu membalas cinta mama. Tentang ibunya memang tak pernah cukup.

TENTANG IBU TAK PERNAH CUKUP

Petang ini,
aku tulis surat untukmu via FB, Ibunda.
Mungkin dikau tak bisa membacanya.
Benda ini memang asing untukmu, Mama.
Engkau bukan ibu modern yang bawa ‘gadget’ ke mana-mana
Punya BB di dua tangan dan laptop untuk telusuri dunia.
Engkau ibu yang bisanya tanam dan menyiang singkong di kebun kita,
menanam jagung saat musim hujan tiba.
mengusung kayu bakar di punggungmu dengan sayuran di tangan
membantu suamimu, (pensiunan) guru SD bergaji pas-pasan.
Itu caramu menjahit baju kehidupan bagi anak-anak,
memintal masa depan kami dengan benang sutera cinta.

Tentang Ibu tak pernah cukup
Segala puisi kehabisan kata
Lagu tentang ibu didendang banyak musisi
Selalu tak pernah usai berkisah tentang dia.

“De Mariam nunquam satis!”
(“Tentang Maria tak pernah cukup!”)
Itu tentang
Ibunda Isa Almasih menemani sang Putra hingga kaki salib Kalvari
Tapi itu juga tentang para Ibu kita
Mereka yang jadi alat Tuhan hadirkan kita ke tengah semesta.

Petang ini,
aku titip terima kasih melalui angin senja
untukmu Ibunda yang berwajah jelita semasa muda
kecantikan tetap terlukis di wajahmu yang menua.

Hatimu kuat tak tergores kecewa
Kala kedua puteramu tak jadi maju ke altar imam Tuhan
Aku berhenti di tengah perjalanan meski jadi harapan.
Yang satunya bahkan diutus studi hingga ke Jerman.
Luka hatimu sungguh dalam,
kala dua anakmu, Lince dan Bento, pulang ke keabadian.

Ketabahanmu menerima segala duka
Air matamu membasuh segala luka.

Doamu tiada henti adalah kekuatan
kala aku didera badai tantangan.

Tentang ibu segala kata tak pernah cukup
dan memang tak pernah cukup

 

Di atas kanvas facebook, Sang Orator ini memahat sajak indah. Sajak tentang cinta yang tak pernah berkesudahan. “De Mariam nunquam satis!” Ungkapan yang ditujukan kepada Bunda Maria. Ungkapan yang sama dapat ditujukan kepada ibu kita. Tentang ibu tak pernah cukup.

***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.