Susuri ‘Mississippi’, Kenang Musisi Tua

oleh

Mississippi – AS, KOEPANG.COM – Tidak ingin ketinggalan dari teman-teman lain yang menghabiskan musim liburan Fall semester ini untuk mengunjungi beberapa tempat terkenal di Negeri Paman Sam seperti Hollywood, Skydeck Chicago, New York’ Central Park, dan lain-lain. Saya malah lebih tertarik pada nama-nama tempat yang pernah disebut dalam lagu-lagu Country dan Rock ‘n ‘ Roll jaman doeloe.

Nama-nama seperti Mississippi, Virginia, Ohio, California, dan lain-lain sangat familiar. Saya selalu dengar sejak kecil karena banyak sopir otto (bus kayu atau bus besi, Red) di Flores selalu memutar lagu-lagu Country and Rock’n’Roll. Sebut saja bus Tulus Karya, Cempaka Indah, Agogo, Sutra Alam, Gemini, Surya Agung, dan lain-lain. Atau kakak-kakak dan musisi tua dulu yang selalu melantunkan lagu-lagu itu ketika saya masih SD/SMP.

Karena musik favorite saya adalah Country, maka sebelum mempersiapkan tiket perjalanan dan sebagainya, yang pertama adalah saya download lagu country ke HP Nokia lama yang saya bawa dari Indonesia ini.

Perjalanan semakin jauh meninggalkan Michigan menuju Detroit, Toledo, Ohio, kembali ke Chicago menuju Atlanta- Georgia melewati beberapa state yang dilalui sungai Mississipi. Album Vince Gill sudah habis, disambung dengan Alan Jackson, CCR, dan lain-lain. Semakin jauh perjalanan, semakin mundur lagu-lagu Country & R’nR ke era 80-an dan 70-an. Tiba-tiba muncul-lah lagu “ Beautiful Sunday”- Daniel Boone (1972). Langsung pikiran saya tertuju dan terkenang musisi tua dari Pantai Selatan (Nagekeo, Red); Om Yonas Towa.

Lagu inilah yang selalu menjadi pembuka show band atau pada acara pesta pernikahan di era 80-an, waktu saya masih SD/SMP. Kenangan akan Om Yonas, musisi tua pujaan kami di pantai selatan terus membawa saya dalam lamunan yang panjang sampai tidak terasa kalau “Greyhound” yang saya tumpangi telah menyisir Sungai Mississippi. Rasa kagum dan rindu pada Om Yonas, musisi kebanggan kami ini, menggugah saya untuk sedikit lancang menceritakan tentang “Nasto Group Berirmebass” di wall ini tanpa seijin Om Yonas terlebih dahulu di sana

Tatkala 12 Desember kemarin, disaat Flores mengenang bencana gempa dasyat tahun 1992 itu, dan teman-teman NB mem-posting kisah dan kenangan special tentang gempa di wall ini, sebenarnya saya juga punya kenangan akan sebuah lagu ciptaan Om Yonas tentang gempa. Syairnya demikian:

“12 Desember, epu mai ne mbani ngai..ne’e kobho negha ndoro ndongo, ne’e pake negha tugu wage, ho ho ho..”

Terjemahan seadanya. (12 Desember, ketika gempa datang, orang-orang yang katanya berilmu kebal dan lain-lain langsung ciut nyalinya dan tidak bisa berkutik).

Ada lagi beberapa penggalan syair lanjutan yang bermakna, tapi sayangnya saya lupa. Boleh dikatakan, musisi muda generasi sekarang dari pantai selatan cukup terilham dari Om Yonas ini, seperti Kae Robert Epe, Kae Valens Daki Soo, Kae Kanis Kasi, Om Tobby Ndiwa, George Soge Soo, kae Sensi Rabu, Yanes Rangga, Alan dan musisi-musisi muda lainnya yang sudah menghasilkan banyak album.

Dulu, (sekitar tahun 1980-an) sebuah pesta pernikahan atau acara besar lainnya serasa tidak utuh/ tidak ramai tanpa NASTO GROUP BERIRMEBASS ( Yonas Towa Group Ber-Iring, Melody, Bass). Patut dibanggakan, Om Yonas dulu pernah bergabung dengan salah satu group musik di Papua, entah tahun berapa ja’o (saya, Red) lupa.

Saya juga pencinta musik, sudah sangat senang dan bangga kalau bisa bermain gitar bersama Om Yonas pada suatu acara apapun. Satu-satunya duet yang paling kompak dengan Om Yonas adalah Om Saverius Goa. Tanpa perlu latihan persiapan, ketika ditodong untuk sumbang lagu di beberapa acara pesta, Om Yonas dan Om Saver sudah tau masing-masing pung mau. Cukup saling lihat, saling bisik judul lagu, saling angguk, sudah deh. Para undangan akan langsung berdecak kagum, tepuk tangan panjang bergemuruh dan pasti selalu diminta ulang lagi.

Dulu pada jaman Om Yonas, MC sebuah pesta tidak terlalu bekerja keras, tidak perlu “calling” para undangan berkali-kali; “ bagi bapa ibu undangan yang masih berada disekitar panggung, harap segera menuju panggung dan menempati kursi-kursi yang tersedia”. Waktu itu Om Yonas-lah yang calling mereka cukup dengan satu tarikan melodi instrumen saja, atau bahkan baru dengar Om Yonas masih stem guitar saja, panggung langsung meluap, kursi malah tidak ditempati (duduk) karena undangan lebih suka berdiri diatas kursi supaya bisa lihat Om Yonas. Para undangan bagian belakang, yang biasa datang terlambat pesta. Kepala saya malah pernah diketuk   (masih SMP) oleh seorang Om dibelakang saya karena menghalau pandangannya ke om Yonas.

Om Yonas pernah mengeluarkan Album yang berjudul “Wonga Besi“ (era 80-an). Beberapa lagu dalam album ini pernah dinyanyi ulang oleh musisi muda Nagekeo Om Tobby Ndiwa dkk (klik youtube, Lagu daerah Nagekeo, “manusia tau bunga dunia”).

Lagu pembuka show band-nya Om Yonas biasanya diawali dengan. “Beautiful Sunday”-, dan ditutup dengan “Cotton Fields”-nya CCR (Credeence Clearwater Revival).

Group musik manapun yang datang untuk show di daerah pantai selatan seperti Nangadodo, Maunori, dan lain-lain harus sertakan Om Yonas dahulu sebagai pembuka acara kalau mau ditonton banyak orang, karena sebelum meluncur ke tempat acara biasanya masyarakat bertanya dulu “ai dau ne’e Yonas o, ngara Yona nggedhe, mbana miu gha” (terjemahan: Kalau tdk ada Om Yonas, saya tidak nonton).

Bagi musisi muda dan penggemar music di pantai selatan, Om Yonas pasti akan selalu terkenang di hati. Ingin suatu saat bisa bermusik lagi bersama musisi idola kami ini. Om Yonas, Om Saver, Om Sius Mosa (NASTO GROUP BERIRMEBASS),

… Selamat Natal & Tahun Baru Om,… kami semua masih merindukan suara tua-mu.. Mohon maaf karena saya mencantumkan nama Om semua di media ini tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

“….now the country song forever lost it’s soul, when the guitar player turns to Rock’n’roll…” penggalan bait lagu “Mississippi”-nya Pussycat ini terus mengiringi perjalanan saya menyusuri sungai Missisippi menuju Georgia – Atlanta sambil mengamat-amati jangan sampai ada “Wonga Besi” yang mekar di sekitar pinggiran sungai ini…*** (Cyrillus Raja Bhoja, Mahasiswa S2 Western Michigan University, USA)

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.