Pohon Nitas dan Riwayat Orang Namata

oleh

KOEPANG.COM – Di pelataran sebelum masuk kampung Namata, pohon berdiri anggun dan kekar. Daun pohon ini selalu hijau sepanjang musim. Diameter pohon selebar pelukan dua orang dewasa.

Pohon natas di kampung Nataga memiliki nilai historis dan magis. Menjadi saksi sejarah yang hidup.

Mama Elisabeth menuturkan pohon ini memiliki nilai historis antara orang Seba dan Mesara. Diriwayatkan, suatu waktu, seorang lelaki, Mapagi Kana, dikabarkan dibunuh oleh orang-orang Mesara.

Kabar kematian pria ini masih simpang siur. Beragam macam cerita dari mulut ke mulut. Untuk memastikan kebenarannya, berangkatlah orang Seba ke Mesara.

Sesampai di sana, mereka menemukan Mapagi Kana dalam kondisi tidak bernyawa. Namun, satu pertanyaan belum terjawab, yakni sebab musabab kematian lelaki ini.

Untuk membuktikan alasan kematian Mapagi Kana; apakah diseret arus atau dibunuh? Lalu orang Seba membuat ‘ritual’ dan sumpah khusus.

Caranya mereka mengisi garam pada sebuah wadah yang disebut ‘hepole’. Hepole sendiri dibuat dari anyaman daun gewang. Garam dan anakan pohon nitas dibawa ke Namata.

Barulah dibuat upacara sebelum menanam pohon ini. Mereka menggali lubang dan menaburkan garam yang berasal dari ‘hepole’ tadi. Kemudian pohon ditanam terbalik. Pucuk ke bawah dan akar ke atas. Memang tidak masuk akal. Di luar akal sehat manusia. Sesuatu yang mistis bisa saja terjadi.

Sebelum menanam pohon ini, kalimat sumpah yang dibuat orang Seba waktu itu.

“Jika pohon nitas hidup, berarti Mapagi Kana mati dibunuh. Sebaliknya, jika pohon ini mati berarti Mapagi Kana mati karena diseret oleh arus.”

Kenyataan, hingga kini, pohon nitas masih hidup.

“Berarti Mapagi Kana mati dibunuh oleh orang Mesara.” Mama Elisabeth simpulkan.

Sejak itu, pohon nitas menjadi simbol dan tempat ritual orang Namata.

“Sebelum ke rumah adat, tamu harus letakan sirih pinang di sini.” Tutur bapak Daud, warga dari kampung tetangga yang sedang bertandang ke Namata.

Wajahku mendadak berubah. Ciut. Tapi saya tetap yakin bapak Daud hanya menggeretak saya. ๐Ÿ™‚ ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.