Menulis Perjalanan Hingga Jatuh Cinta dengan Federico Mahora

oleh

Perjalanan Menulis, Travelling Hingga Jatuh Cinta dengan Federico Mahora |KOEPANG.COM|Sejak saya aktif menulis di media sosial – khusus Facebook banyak orang yang bertanya tentang profesi saya. Mereka lebih banyak langsung menebak daripada bertanya. Ada yang mengira saya wartawan karena rajin menulis. Mereka mengira aktivitas menulis identik dengan profesi wartawan. Ada pula yang mengira saya aktivis LSM. Karena tulisan saya banyak bernada kritik sosial dan menyeret pemerintah dalam setiap tulisan. Bagi mereka yang pernah saya asuh dan didik di Unwira tetap memanggil saya ‘bapak dosen’ meskipun saya telah meninggalkan profesi tersebut hampir satu dekade.

Sebenarnya, apapun profesi kita, kita memiliki kewajiban untuk menulis. Menulis panjang atau pendek. Yang penting pesan tersampaikan. Seperti itulah yang dialami penulis. Ketika aktivitas menulis menjadi hobi, saya semakin kecanduan  menulis dan mencari ide-ide menulis.

Berteduh di bawah pohon cemara di pelataran Taman Nasional Kelimutu Ende

Pencarian ide yang paling menantang adalah melakukan travelling. Dengan travelling kita dapat menemukan data, fakta atau informasi sebagai materi tulisan yang mungkin orang belum pernah tahu atau mungkin orang pernah tahu tapi informasinya diperbaharui.

Dari hobi menulis, terjangkit hobi travelling. Maka pada setiap kesempatan menjalankan rutinitas tugas keluar daerah, saya meluangkan waktu untuk travelling. Saya lebih suka bertugas di daerah daripada di kota. Karena saya suka dengan alam pegunungan. Lebih menarik menulis dan melukiskan alam daripada melukis bangunan beton di perkotaan.

Menurut saya, NTT adalah perpustakaan alam dan budaya yang sangat kaya. Tak pernah habis ditulis. Hal unik yang orang belum pernah tahu. Mungkin juga orang pernah tahu tapi peristiwa setiap momen selalu berubah. Nah, ini tergantung seninya menulis sang penulis.

Aktivitas travelling sering memicu badan berkeringat. Dibiarkan lama akan menyembulkan aroma yang tidak sedap. Mengusik kenyamanan diri dan  bagi orang yang di sekitarnya. Hal yang dapat mencegah aroma tak sedap ini adalah parfum.

Soal parfum, penulis memiliki pertualangan yang panjang. Gonta-ganti produk. Itu pasti. Dari parfum yang beraroma menyengat hingga yang menggoda. Dari produk yang dijual di emperan tokoh hingga yang dipajang di etalase toko. Saya pernah mencobanya.

Latihan memanah di belantara Hervey Ranges Townsville – Australia (2014)

Baru kali ini, saya menemukan produk yang tepat. Memadukan aroma alam dengan aroma buatan yang bernuansa alam. Parfum berkualitas internasional. Pas banget buat traveller seperti sayaYa, hanya ada di Federico Mahora alias FM.

Siapapun Anda. Parfum ini layak Anda coba. Aroma sejuk, segar dan mengalirkan aura positif.

 Jadi, tidak penting profesi apa seseorang  – saya maupun anda. Yang pasti kita berkewajiban menulis untuk mewartakan pesona bangsa kita – alam, budaya, dan manusianya. Dan yang tak kalah penting adalah, parfum apa yang Anda gunakan?

Mau mengikuti jejak saya? Yuk, silahkan! Beri komentar di sini atau kirimkan SMS/WA (081 238 994 571).

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *