Natal Pertama di Sidney Sesuatu Banget

oleh

Sidney, KOEPANG.COM – Natal, bagi kaum Kristiani, momentum berkumpul bersama keluarga. Beribadah dan mengundamangkan puji-pujian. Menikmati kue Natal. Bercanda dengan sanak saudara. Pengalaman ini tidak akan dialami oleh Yuana Hadjo, putri bungsu dari 9 bersaudara, yang sedang mengasoh ilmu di New South Wales University Sidney.

Tahun lalu Yuana merayakan Natal di Kupang. Tetapi tahun ini, ia merayakan jauh sanak famili. Natal tahun 2014 ini akan menjadi sangat istimewa baginya. Bukan hanya karena akan merayakannya di Sidney, tetapi sekaligus menjadi pengalaman pertama merayakan Natal tidak bersama keluarga di Kupang.

Sejak ia dinyatakan diterima di University of New South Wales (UNSW) awal tahun 2014 yang lalu, gadis hitam manis ini sudah bermimpi merayakan Natal dan Tahun Baru di Sidney. Namun, memasuki bulan November, perasaan hati sudah mulai gundah gulana, maklum saja kota ini sudah menghadirkan suasana Natal sejak jauh-jauh hari. Setiap melihat pernak pernik Natal selalu membuat ia merindukan rumah di Airnona, Kota Kupang.

Kepada Koepang.Com, Yuana menceritakan pengalamannya di awal bulan Desember. Ia menangis lantaran mendengar lagu Natal dari Youtube. Suasana alam pun turun mendukung di kala senja itu, tak terasa airmata luruh membasahi pipinya.

Pernah di sore hari awal bulan Desember, Sydney diguyur hujan sejak pagi (padahal kata orang di sini lagi Summer)! Iseng saya mendengarkan lagu-lagu Natal di youtube. Alhasil, kolaborasi yang sempurna antara hujan dan lagu Natal sukses membuat saya menangis.

Di satu sisi, hati Yuana gundah gulana karena tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga, di sini lain, ia sangat menikmati setiap detik menjelang natal di kota icon-nya Australia ini. Christmas Carol bersama saudara seiman dari IPC (Indonesia Presbyterian Church) Randwick membuat kerinduan pada mamanya membuncah. Lantas, ia bertanya pada bathinya, adakah yang datang ke mama untuk menyanyikan puji-pujian Natal untuknya?

Yuana, mahasiswi Program Master of International Public Health/Master of Public Health (double degree) ini, mengakui kesedihan dan kerinduan akan Natal di rumah pun digantikan oleh kehadiran teman-teman dan keluarga baru dalam Kristus di kota Opera House. Mereka yang dulu orang asing, sekarang menjadi dekat di hati.

“Bukankah makna Natal demikian adanya?” Tutur Yuana retoris kepada Koepang.Com.

“Kita yang dahulu adalah orang asing yang berdosa dan terhilang, sekarang menjadi satu keluarga besar Kerjaan Allah dalam kematian dan kebangkitan Kristus, Sang Bayi Natal.” Urai gadis yang masih berstatus single ini.

Kepada Koepang.Com, Yuana menyampaikan agenda kegiatannya. Sebelum merayakan ibadat Natal di St.Stephen’s Uniting Church, ia akan memenuhi undangan Christmas dinner dari salah satu jemaat di IPC Randwick.

Di sela-sela percakapan, PNS pada Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Kupang ini, menitipkan ucapan selamat Natal dan tahun baru kepada keluarga dan sahabat kenalan di tanah air.

“Natal pertama di Sidney, sesuatu banget.”

Tutur wanita berdarah Sabu yang memiliki kegemaran fotografi ini sembari melepaskan derai tawa di akhir percakapan. ***

Yuana Hadjo, PNS Pemerintah Kota Madya Kupang, Penerima Beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS) Tahun 2013.

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *