Najwa Shihab dan Metamorfosis Menjadi Orang NTT

oleh

Najwaaa

Kupang, KOEPANG.COM – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Najwa Shihab? Host televisi show ‘Mata Najwa’ di Metro TV. Hampir pasti semua mengakui ia adalah sosok di balik acara ini.

Cerdas, cantik, dan puitis, dan sederetan kata pujian dapat dialamatkan kepadanya. Pujian itu datang dari siapa saja. Kaum adam dan hawa.

Tatapannya tajam, setajam mata dan indah bola matanya. Kalimat-kalimat yang terujar mengalir dengan rima. Tajam, menukik dan merajam nurani yang mendengarnya.

Cerdas mengumpan narasumber berkata jujur. Setiap tanya mengandung jebakan. Mengejar lawan dengan kata-kata tanpa jedah. Dibarengi tatapan bikin lawan salah tingkah. Kadang sedikit berdebat. Lawan bicara tak mampu mengelak.

Najwab Sihab benar-benar menghadirkan acara berkualitas. Memang beda! Semua petinggi negeri – yang aktif maupun non aktif, ia hadirkan dalam satu meja. Jokowi, JK, Budiono, para menteri, dan sejumlah petinggi negeri ia telah ia hadir.

Satu tak kalah menarik, ia hadirkan tokoh-tokoh daerah. Stage atau panggung Mata Najwab bukan milik orang ibukota. Para petinggi dengan seabrek jabatan dan prestasi. Ia membuka ruang dan tempat bagi mereka yang memberikan inspirasi melalui medan tugas masing-masing. Darimana pun asal mereka. Tidak peduli. Asalkan mereka menjadi sumber inspirasi bagi negeri ini.

Kadang ia menghadirkan tokoh-tokoh kontroversial. Mengundang pro dan kontra. Debat yang panjang di kalangan masyarakat. Tapi, Najwa selalu punya cara untuk mengelak. Memiliki sudut pandang yang berbeda dari orang kebanyakan. Ketika acara digelar, semua mata membelalak. Kagum dan tak membantah. Ya, ia melihat dari sudut pandang matanya.

[irp posts=”81″ name=”Berada di Pulau Komodo Seperti Terlempar Beberapa Abad Lampau”][irp posts=”356″ name=”Ahok Gubernur ‘Waka’ Majikan yang Mampu Mengubah Wajah Jakarta”][irp posts=”84″ name=”Inisiator Gerakan Katakan Dengan Buku”]Mata Najwa tidak hanya hadir dalam kata-kata. Tatapan mata elangnya. Aura wajah yang memesona. Ia menghadirkan nuansa tradisional. Simbol kedaerahan melalui balutan busana tenun nusantara – khususnya NTT.

Dari episode demi episode Mata Najwa, ia selalu bermetamorfosis dalam balutan busana paduan motif NTT. Kadang ia menjelma enu dari Manggarai, uge dari Ngada, ina dari Sabu, du’a dari Sikka, rambu dari Sumba, dan sebagainya. Konsistensinya mengenakan busana bermotif NTT, kiranya ia layak menjadi duta tenun NTT. Bagaimana menurut pendapat Anda? ***(gbm)