Mogi “Fu Kugu” di Pusaran Polemik Pencinta Musik

oleh
Ivan Nestorman dan Katarina Mogi (Foto: Instagram/IvanNestorman)
Ivan Nestorman dan Katarina Mogi (Foto: Instagram/IvanNestorman)
Ivan Nestorman dan Katarina Mogi (Foto: Instagram/IvanNestorman)

| KOEPANG.COM |  Mogi “Fu Kugu” di Pusaran Polemik Pencinta Musik. Mendengar melodi (musik) lagu Mogi, siapa pun dia (tak familiar dengan bahasa dari syairnya) pasti terkecoh. Penulis sendiri pun terkecoh ketika mendengarkan lagu ini pertama kali. Temponya cepat sehingga butuh waktu untuk mengenali syairnya. Ya, kita mungkin sedikit paham beberapa syair yang dalam berbahasa inggris.

Musiknya memang modern. Tidak lazim lagu daerah pada umumnya. Setelah tahu ini karya kraeng Ivan Nestorman, saya pun ingat ini ‘style’ musiknya.

Rasa Penasaran

Penasaran dengan lagu Mogi, saya pun ‘wawancarai’ enu Katarina Mogi, istri sang pencipta Mogi. Karena Mogi itu nama orang. Nama belakang istrinya. Nama saya juga, hanya saya sedikit gara-gara tambah satu “g”. Artinya, Mogi itu nama khas orang Ngada/Nagekeo. Menurut orang Boawae (Sekedae: 2016), mogi adalah sapaan kesayangan untuk anak gadis Boawae. Maka jelas lagu ini ditujukan kepada Katarina Mogi – yang fakta pula memiliki Mogi sebagai nama belakang. Komplitlah sudah!

Dari wawancara saya dengan Katarina Mogj, Mogi merupakan persembahan bung Ivan kepadanya. Syair atau lagu itu merupakan ungkapan isi hati terdalam kepada ‘bue’ ( gadis) Boawae yang lincah menari Tea Iku (Tarian Tradisional) pada waktu itu. Di situlah tumbuh benih cinta dua insan Manggarai-Nagekeo ini.

Lagu ini menjadi hits di pesta di Kupang. Dinyanyikan oleh wedding singer atau pengisi acara pesta. Bahkan banyak pemusik mengarransement dengan versi sendiri untuk kebutuhan koor. Tahunya orang, ini lagu NTT. Tapi, praktis tidak semua orang tahu siapa penciptanya dan bahasanya apa – apalagi artinya.

Perdebatan

Belakangan lagu ini ‘menasional’ – sebenarnya sudah menasional bahkan ‘go international’
karena Ivan sering menyanyikan dalam berbagai festival. Tapi, lagu ini menjadi lebih populer setelah dinyanyikan oleh Mario Klau, sang juara The Voice Indonesia. Dimana dengan syair yang sama tetapi musik diarransement ke versi ‘portu’. Namun demikian, syair yang dilafalkan oleh Mario mengalami pergeseran/kesalahan artikulasi, misalnya ‘kudu’ seharusnya ‘kugu’. Itu salah satu contoh.

Di luar panggung, orang yang awam dengan bahasa, memperdebatkan asal muasal lagu ini. Sebenarnya lagu ini berasal dari mana? Terjadi praduga bahwa lagu ini asal Belu hanya karena dinyanyikan oleh Mario. Apalagi musiknya diarrasement lagi dengan versi ‘portu’.

Karena situasi di masyarakat demikian, tadi malam (24/8/16), seorang teman mengirimkan link youtube lagu ini dan menanyakan keaslian lagu ini.

“Ini lagu neh bahasa apa??? Bro punya bahasakah?”

“Lagu itu bahasa Boawae, Nagekeo. Sebuah persembahan Ivan Nestorman kepada istrinya, Katarina Mogi.” Saya menjawab.

“Akh, bro buatkan tulisan dulu supaya orang paham yang sebenarnya.” Pintanya.

Sahabat saya ini memang penasaran dengan Mogi. Selain itu ia gelisah dengan situasi di masyarakat tentang orisinalitas lagu ini. Tentu Mario Klau tidak mengklaim Mogi lagunya, tetapi para fansnya ‘mengklaim’ sebagai lagu asalnya Mario. Karena dasarnya mereka tidak tahu bahasa dalam syair tersebut mereka tahu siapa yang menyanyikannya. Itu gambaran yang saya dapatkan dari sahabat saya ini.

Kegusaran Sang Pencipta dan Istri

Kegusaran sahabat saya, kegelisahan Ivan dan istrinya karena banyak kesalahan artikulasi dari penyanyi lain. Belum lagi banyak di antara pemusik yang mengarransement tanpa seijin/sepengetahuan sang pemilik lagi – setidak-tidaknya mencantumkan nama penciptanya. Diperparah lagi ditengarai, ada yang memperjualbelikan Mogi setelah ‘didaur ulang’ dengan versi sendiri.

Kegelisahan-kegelisahan ini, mendorong, Katarina Mogi, sebagai sosok dalam lagu tersebut, protes dan meluruskan fakta agar tidak terjadi ‘plagiarism’ dan salah mengartikulasikan saat menyanyikan Mogi. Selama lagu itu untuk tujuan non komersial, sah-sah saja asalkan artikulasi jelas. Meminjam kata sahabat saya yang inbox di atas, jangan sampai terjadi ‘pemerkosaan’ bahasa orang.

Syair Lagu Mogi

Dalam rangkaian tulisan ini, saya akan bagikan syair asli dan terjemahan dari lagu “MOGI” yang dibuat oleh Katarina Mogi, sebagai orang yang dibuat khusus oleh Ivan Nestorman.

Gula anafai ngaza Mogi
(Lihatlah gadis itu namanya MOGI)
Adu tangia modhe tau ate nga’o
Mona noa se’a pu’u lau lego
(Dia sangat cantik yang membuatku jatuh cinta..Dia berasal dari LEGO)

Lovely anafai is nona Mogi
From Nagekeo
(Aku cinta nona MOGI dari Nagekeo)
Dancing tea eku she is so beautiful
(Dia penariTEA EKU)
Oooo..Mogi e

O Mogi e come and dance with me tonight
(O Mogi datang dan menarilah bersamaku malam ini)

Mogi e Mogi Fu kugu
(Mogi e Mogi
Rambut Keriting)
Mogi e..Mogi e
Dheo Keze Walo Dheo Keze Walo
(Jangan pulang dulu..Jangan pulang dulu)
Mogi e e

Semoga tulisan ini menjadi jelas sebagai upaya untuk meluruskan sejarah lagu Mogi. Siapapun yang menyanyikannya harus mengartikulasikan secara jelas. Biar jelas tanyakan saja pada yang empunya (Ivan Nestorman).

Tentu tulisan ini bermaksud untuk menuntun kita lebih jujur untuk mengakui hak cipta orang lain. Plagiarism itu sering terjadi di dunia akademik, tak terkecuali di dunia musik. Mari kita bernyanyi “Mogi”. ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

5 thoughts on “Mogi “Fu Kugu” di Pusaran Polemik Pencinta Musik

  1. Sangat di sayang bila suatu karya yg diciptakan dr hati yg tulus dan dipersembahkan utk cinta yg suci,disalah gunakan dgn merubah/menyampaikan tanpa artikulasi yg baik malah akan merusak lirik lagu mogi.
    Salam borneo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *