Meriam Ini Bukti Australia Gagal Hadapi Ekspansi Armada Jepang ke Kupang

oleh

Kupang, KOEPANG.COM – Saat Indonesia pada tingkat jenuh dengan penjajahan Belanda, Jepang datang. Jepang hadir pada situasi yang tepat.

Eksitensi Jepang di Indonesia bagai pisau bermata dua. Sisi yang satu, mereka terdesak kelangkaan cadangan minyak untuk menggerakan kapal dan pesawat perang. Larangan memaksa mereka bertindak cepat. Jepang harus melakuksn ekspansi. Indonesia menjadi tujuan karena memiliki cadangan sumber minyak berlimpah.

Sisi lain, di mata Indonesia, Jepang dipandang sebagai pahlawan Asia yang akan memberanguskan bangsa-bangsa penjajah. Kemenangannya di Samudera Pasifik melambungkan Jepang sebagai ‘tjahaja’ (baca: cahaya) Asia. Jepang pun memanfaatkan kondisi ini untuk memuluskan misi utamanya di Asia. Propaganda “3A”; Jepang Cahaya Asia, Pemimpin Asia; dan Pelindung Asia membahana ke seluruh negeri.

[irp posts=”133″ name=”Berburu Ikan Segar, Nikmati View Teluk Kupang”][irp posts=”265″ name=”Veterans Memorial Park Sidney versus Nostalgia Park Kupang”]Hal ini menjadi ancaman serius bagi bangsa sekutu yang dikomandoi Amerika Serikat. Jepang dapat menjadi kekuatan baru di Asia bahkan dunia. Penyerangan Pearl Habour, 7 Desember 1941, merupakan bukti nyata kekuatan Negeri Matahari Terbit ini.

Berbagai strategi pun dilakukan pihak sekutu untuk melucuti kekuatan Jepang di tanah air. Salah satu caranya membangun pertahanan di spot-spot tertentu di Indonesia. Kupang sebagai kota atau wilayah terdekat dengan Australia pun dibangun sebuah pertahanan.

Pemerintah Australia sebagai sekutu AS mengirim Sparrow Force (pasukan berkuatan senjata dalam skala kecil) ke Kupang. Mereka tiba di Kupang pada tanggal 12 Desember 1945.

Pasukan disebarkan ke beberapa titik seperti Penfui (bandara Eltari), Kelapa Lima, dan Babau. Gudang logistik dibangun di Camplong, 45 kilometer dari kota Kupang.

Di Kelapa Lima, pemerintah Australia menempatkan 2 batery artileri pertahanan pantai untuk memgantisipasi serangan Jepang dari arah Teluk Kupang. Perhitungan pasukan Australia meleset. Armada pasukan Jepang justeru bergerak dari arah utara. Keberhasilan Jepang ini didukung oleh cara kerjanya yang rapih dengan menyebarkan intelijen di daratan Timor, tepatnya di Kota Kupang. Dua batey artileri ini pun tidak digunakan sama sekali hingga Perang Dunia II berakhir.

Meriam ini pun menjadi situs sejarah yang menjadi daya tarik wisata di Kota Kupang. Situs ini tepat berada di belakang Hotel Aston dan berada pada ruang terbuka seluas 100 meter persegi. Lokasi ini mudah diakses baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Saat yang tepat mengunjungi situs ini sore hari. Dari tempat ini, anda dapat menikmati sunset di pantai Kelapa Lima di belakang On The Rock Hotel, dan malam harinya anda dapat menikmati ikan bakar sepanjang pantai, dari depan Hotel Aston hingga mesjid Kelapa Lima.***

[put_wpgm id=2]

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.