Menulis: Membangun Peradaban Masyarakat Berbahasa yang Modern

oleh
Ilustrasi (Foto: Lifehack.Com)
Ilustrasi (Foto: Lifehack.Com)
Ilustrasi (Foto: Lifehack.Com)

| KOEPANG.COM | Menulis: Membangun Peradaban Masyarakat Berbahasa yang Modern. Begitu banyak pendapat orang tentang menulis. Menurut KBBI menulis adalah: 1. membuat huruf (angka dsb) dengan pena (pensil, kapur, dsb); 2. melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; 3. menggambar, melukis; 4. membatik.

Apa pun pendapat orang tentang menulis, pada prinsipnya menulis merupakan suatu kegiatan ketrampilan tranformasi pikiran ke dalam media bahasa tulis.

Kegiatan menulis merupakan satu dari empat ketrampilan dasar dalam berbahasa manusia, di samping ketrampilan mendengar, ketrampilan berbicara, dan ketrampilan membaca. Keempat ketrampilan ini memeiliki hubungan atau keterkaitan dalam berinteraksi antarsesama masyarakat pengguna bahasa manusia, tapi masing-masing memiliki kaidah dan prosesnya tersendiri.

Ketrampilan menulis merupakan hal tersulit di samping tiga ketrampilan dasar berbahasa yang telah disebutkan di atas. Seorang ahli bicara sekali pun, belum tentu dapat menuliskan apa yang dibicarakannya dengan baik. Demikian juga seorang pendengar atau penyimak yang setia, belum tentu juga dapat menuliskan apa yang didengar atau disimaknya dengan baik. Ketrampilan menulis membutuhkan konsentrasi, pengetahuan, kemampuan intelektual, serta perenungan dalam meramu ide-ide yang terekam dalam memori sebelum dituangkan ke dalam bentuk tulisan dengan memperhatikan teknik dan kaidah-kaidah penulisan yang baik.

Sebagai masyarakat pengguna bahasa manusia, masih ada orang yang belum menyadari, dan ada yang sudah menyadari bahkan telah merenungkannya bahwa betapa pentingnya menulis. Menulis merupakan suatu wadah ketrampilan pencerahan pikiran, pembuka cakrawala berpikir, serta tempat pengembangan diri dan pembentuk manusia yang berjiwa estetis, bermartabat, dan modern. Dengan menulis seseorang akan dikenal oleh dunia, lewat ide-ide yang dituangkan dalam karyanya. Seorang brilian sekalipun, akan mudah dilupakan bila tak ada bekas tulisan yang ia tinggalkan.

Mengingat betapa pentingnya ketrampilan menulis yang telah disebutkan di atas, maka ketrampilan menulis harus ditanamkan sejak dini kepada generasi masyarakat pengguna bahasa manusia. Kegiatan menulis harus menjadi sesuatu yang menggelisahkan dalam diri setiap pribadi. Sama halnya kegelisahan yang timbul ketika kita tidak dapat mendengar, berbicara, dan membaca.

Untuk mewujudkan cita-cita generasi masyarakat pengguna bahasa yang modern, peran dunia pendidikan sangat dibutuhkan, khususnya peningkatan kinerja profesionalisme guru Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menanamkan konsep-konsep dan pemahaman tentang ketrampilan menulis kepada peserta didiknya. Seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia harus profesional, ia harus menjadi inspirator bagi peserta didiknya dalam meningkatkan pendewasaan ketrampilan menulis, yang merupakan manifestasi paling akhir dari tiga unsur dasar dalam berbahasa.

Penerapkan ketrampilan menulis di kelas, akan menjadikan pembelajaran lebih efektif dan bergairah. Siswa akan semakin terampil dan lebih kritis dalam mengasah kemampuannya untuk berpikir, berkreasi, berekspresi dan berkarya dengan leluasa dalam mengembangkan ide-ide yang ada di dalam pikirannya. Maka dengan sendirinya, siswa memiliki daya cipta yang tinggi dan semakin pekah dalam merefleksi kehidupan yang dialaminya secara dinamis, baik di dalam maupun di luar kelas. Pada akhirnya siswa menjadi generasi masyarakat pengguna bahasa yang produktif terhadap objek yang ada disekitarnya.

Dengan demikian, penerapan kegiatan menulis di kelas akan membentuk dan meningkatkan nilai afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Maka terciptalah suatu generasi masyarakat pengguna bahasa manusia yang modern, tranformatif, informatif, dan inovatif. Kegiatan menulis bagi siswa di kelas, dapat menjadi indikator bagi guru dalam mengukur potensi yang ada di dalam diri siswa. Bagaimana kemampuan intelektualnya, seberapa besar pengetahuannya, dan bagaimana sikapnya dalam merefleksi kehidupan yang dialaminya akan tercermin dalam buah karya yang ia cipta. Sebab karya tersebut merupakan perwujudan dari sebagian pikiran, perasaan, dan jiwanya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketrampilan menulis merupakan ajang kreativitas memanusiakan manusia, ketrampilan menulis merupakan pembangun peradaban masyarakat berbahasa yang modern, maka ketrampilan menulis bukan saja tugas dari guru Bahasa dan Sastra Indonesia atau siswa-siswi di sekolah, atau orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan saja, tetapi menulis hendaknya menjadi suatu kegiatan rutinitas kebutuhan di samping tiga unsur dasar dalam berbahasa, bagi seluruh masyarakat pengguna bahasa manusia. ***

Ferdinan F. Fraring, S.PdPenulis adalah Guru di SMA Kristen 3 Kalabahi

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.