Memperkenalkan Sikka Melalui Kaos “Ana Tana Collection”

oleh
GerrydaGama

Maumere, KOEPANG.COM – Tidak mudah menjalankan profesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pebisnis. Harus pandai-pandai membagi waktu. Tentu ASN tetap profesi utama. Bisnis hanya sebagai usaha sampingan sekedar menjalankan hobi dan niat mempromosikan Tana Nian Sikka

Inilah yang dijalankan Ludgerus Daeng Seke Rosario da Gama atau biasa disapa Gerry. Pria kelahiran kota Maumere, 29 tahun yang silam ini, putra keempat dari delapan bersaudara.

Sejak Oktober 2014, Gerry merintis bisnis kecil-kecilan. Memproduksi T-Shirt dengan disain-disain identitas bermuatan lokal (Sikka). Meskipun padatnya kegiatan di kantor dan aktivitas sosial sebagai Volunteer pada Shoes For Flores, ia masih bisa meluangkan waktu untuk usaha ini.

Bisnisnya diberi nama Ana Tana Collection. Kepada Koepang.Com, Gerry membeberkan tujuan usahanya. Tanpa sungkan, Gerry mengatakan tujuannya ini selain untuk mendapatkan profit, ia memiliki idealisme besar untuk mempromosikan Sikka – Flores –NTT baik kekayaan alam dan budaya melalui media kaos oblong. Cara ini, diyakini Gerry, dapat membangkitkan rasa penasaran dan minat wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sikka.

Selain itu, Gerry ingin memupuk jiwa entepreneurship yang sejak lama diminatinya dengan sebuah cita-cita sederhana yakni membuka lapangan kerja bagi orang lain. Ia menyadari usahanya masih baru, tak menutup kemungkinan bisnis menjanjikan dengan pangsa pasar yang luas dan mampu menyerap tenaga kerja.

Sebenarnya, ide Gerry sederhana saja, untuk membuat oleh-oleh khas dari Maumere. T-Shirt menjadi salah satunya. Ia terinspirasi dengan kaos Dagadu di Jogja, Joger di Bali. Kelak Maumere punya ATC (Ana Tana Collection, Redaksi).

Pemuda jebolan STPDN Jatinangor ini mengakui bisnis ini memiliki peluang seiring tumbuhnya apresiasi masyarakat Sikka akan daerahnya sendiri. Hal ini terbukti dengan fenomena lahirnya bintang dangdut asal Sikka, Azizah. Ia terangkat ke candradimuka dangdut melalui kontes KDI 2015 hingga merebut runner up berkat dukungan masyarakat Sikka khususnya dan NTT pada umumnya. Tentu hal yang sama, produksi ATC akan laris manis karena masyarakat akan mengapresiasinya.

Peri hal pemilihan nama Ana Tana Collection, Gerry mengakui sedikit mengalami kesulitan di awal menjalankan bisnis ini. Prinsipnya, nama harus menggambarkan makna “koleksi putra daerah”. Lalu, Gerry memilih nama “Tanah Puang” yang berarti tuan tanah (bahasa Sikka, Redaksi). Namun segera disadarinya bahwa nama itu terlalu ekstrim. Kesannya seolah-olahnya dirinyalah adalah tuan tanahnya Maumere.

Gerry kemudian teringat dengan julukan yang diberikan P. Pier Making SVD yang ditujukan kepadanya, “Ana Tana Tokan Lota Pito” – yang artinya Anak dari Tanah (Bumi) Lembata karena ia diangkat sebagai keluarga besarnya. Penganugerahan nama tersebut pada pada misa perdana imam muda ini. Lantas ia berpikir nama Ana Tana lebih netral dan bisa dipahami oleh orang NTT pada umumnya dan Flores khususnya.

ATC mengusung visi #MaumereKeren #MaumereHebat karena disain baru sebatas Sikka. Kedepan, ia Gerry akan melebarkan saya bisnis mencakup Nusa Tenggara Timur dengan tagline #NTTKeren #NTTHebat dengan disain unik khas NTT.

Sampai saat ini, ATC memiliki koleksi 5 disain, yaitu Maumere Memang Manise (adaptasi logo youtube); Tarian Tua Reta Lou (Tarian di atas Bambu); Wanita Penenun Sikka; Welcome to Maumere – Flores (menampilkan patung Selamat datang di Kelurahan Nangameting sebagai Ikon Kota Maumere); dan Moke (Minuman khas Maumere).

Disain-disain ini merupakan ide dasar darinya dan dibantu sahabatnya Ignasius Hartono. Mulai proses beli baju, proses bawa ke percetakan, dan packing. Dalam waktu dekat ia akan memproduksi kaos dengan 4 disain baru.

Pembeli produk ATC lebih banyak berasal dari Maumere. Umumnya untuk dipakai sendiri. Produk ATC juga dikirim keluar Sikka seperti Ende, Nagekeo, Larantuka, Kupang, Jakarta, Tangerang, Papua, Malang, Surabaya, Sumbawa, Kota Tomohon, Makassar, Batam dan Singapura . Mereka adalah orang Sikka (Maumere) dan Flores yang menetap di daerah tersebut.

konsumenatc
Konsumen produk ATC – Mereka adalah sahabat ATC. Jelajah Pantai Sikka (Foto : Facebook/Alisa Erli Tunggal)

Sejauh ini Gerry belum memiliki galeri khusus. Untuk memajang koleksinya, ia membuka boutiq sederhana di  dekat rumahnya. Ia dibantu oleh sang ibunda. Sedangkan pemasarannya, ia mengandalkan keluarga dan para sahabat. Bahkan beberapa teman menjadi reseller produknya.

Di akhir percakapan, Gery mengajak, jika anda sedang berpergian ke Maumere, anda dapat mengunjungi ATC, Jln. Nuri No. 06 RT. 004 RW 001 Kelurahan Beru, Alok Timur atau mengunjungi halaman facebook Gerry ATC Maumere untuk mendapatkan produk-produk ATC. ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.