Keluarga Kudus Sang Model

oleh
Keluarga Kudus dari Nazareth

Oleh : Alfred B. Jogo Ena

Bagi umat kristiani, menghayati dan menghidupi spiritualitas Keluarga Kudus tidak bisa terlepas dari iman yang dihidupi oleh Gereja yaitu: Iman akan Allah Tritunggal. Dalam arti ini, kalau umat beriman menjadikan Keluarga Kudus sebagai model hidup berkeluarga itu berarti dalam kerangka iman Gereja akan Allah Tritunggal. Untuk memahami spiritualitas Keluarga Kudus kita dapat bertolak dari teologi inkarnasi yang mengarah pada permenungan atas karya keselamatan Allah dalam terang misteri Paska. Konstitusi MSF 1985 merefleksikannya dari dua arah, yaitu dari “atas” dan dari “bawah”. Teologi dari “atas” merumuskan bahwa dalam Keluarga Kudus cinta Allah kepada manusia diejawantahkan. Teologi dari “bawah” mengungkapkan bahwa dalam Keluarga Kudus tanggapan dari pihak manusia terhadap anugerah-anugerah Allah diungkapkan secara paling jelas, khususnya anugerah cintaNya.

Dengan pemahaman yang demikian, maka dapat dikatakan bahwa salah satu kekuatan atau spiritualitas Keluarga Kudus yang dihayati dalam kerangkan iman Gereja adalah CINTA. Karena cintaNya kita diselamatkan. Karena cinta pulalah kita menanggapi karunia Allah secara bebas dan bertanggungjawab sebagaimana yang diinspirasikan oleh Keluarga Kudus Nazareth.
Cinta dalam keluarga menandakan pertumbuhan nilai-nilai kesatuan hati dan kerelaan/kesiapsedian untuk mencari kehendak Allah. Cinta dalam keluarga menjadi tanda pengenalan kembali akan bahaya-bahaya dan kesalahan-kesalahan yang dapat mengakhiri kekuatan perziarahan rumah tangga keluarga-keluarga kristiani. Maka dari itu cinta hendaknya diwujudkan dalam semangat keterbukaan yang memungkinkan adanya perkembangan bersama. Cinta adalah sebuah bentuk Kasih sejati yang memberikan semangat dan dukungan kepada keluarga kristiani dewasa ini dalam menghadapi aneka permasalahan. Oleh karena itu dengan meneladan Keluarga Kudus, keluarga-keluarga kristiani diajak untuk menjadi alat kepenuhan cinta Allah. Keluarga kristiani diharapkan untuk mengikuti Kristus yang menjiwai Keluarga Kudus Nazareth.

Pater J.B. Berthier, MS (pendiri tarekat MSF) mengungkapkan bahwa Keluarga Kudus adalah, “Model yang sempurna mengenai kesatuan hati, saling memahami, ketaatan dan penyangkalan diri bagi keselamatan yang lain” (K. 1985, no.5). Maka dari itu keluarga-keluarga kristiani pun mengemban tugas perutusan yang sama yaitu mewartakan dengan bahagia dan setia Kabar Gembira bagi keluarga-keluarga di sekitarnya yang sangat membutuhkan siraman rohani untuk mendengar dan mengerti secara baik setiap Sabda Allah dalam hidup sehari-hari.
Bercermin pada teladan hidup Keluarga Kudus Nazareth, keluarga-keluarga kristiani diundang untuk bersatu hati dan saling mendukung serta menampakkan tanggungjawab mereka di dalam pelayanan sekaligus mendorong anak-anaknya untuk aktif terlibat dalam setiap aktivitas gerejani. Dalam kesetiaan nilai-nilai Injili dan nilai-nilai kemanusiaan, hendaknya dihargai inisiatif satu sama lain dalam situasi yang plural. Kesatuan yang demikian itu menjadi sebuah situasi yang penting untuk ditampakkan secara cepat, tepat dan total oleh keluarga kristiani. Dalam situasi sekarang ini, di tengah aneka tawaran duniawi yang merasuk sukma setiap insan manusia, tak luput juga keluarga-keluarga kristiani, sangat penting dan mendesak untuk kembali memaknai dan menghayati spiritualitas Keluarga Kudus Nazareth sebagai model hidup sepanjang masa.

Di dalam kehidupan Keluarga Kudus Nazareth, Yesus hadir menerangi, membahagiakan dan menguduskan serta memberikan kekuatan bagi setiap keluarga kristiani sebagaimana yang terjadi sewaktu di Kana. Maka dari itu tugas dan tanggungjawab seluruh keluarga kristiani adalah memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi setiap generasi untuk menghadirkan kerajaan kehidupan dan kebenaran, rahmat dan pengudusan, keadilan, kasih dan kedamaian dalam setiap sejarah hidup yang dilalui.

Pada Yesus, Maria dan Yusuf, kita percayakan seluruh keluarga kita. Melalui tangan dan hati mereka, kita harapkan agar hati setiap keluarga dibuka dan diterangi oleh Injil Kerajaan Allah.

Ya Keluarga Kudus Nasareth, berkatilah seluruh keluarga yang bernaung di bawah perlindanganmu…

Selamat merayakan Pesta Keluarga Kudus pada hari ini. ***

(Diadaptasikan dari Le Messager de la Sainte Famille No. 90, 1987, dikutip dari buku Jalan Salib Keluarga, Alfred B. Jogo Ena, Yayasan Pustaka Nusatama:2010)

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.