IKEBANA: Makna Filosofis IKE dan BANA

oleh
Pengurus Ikebana berpose bersama dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Tribunnews.com)
Pengurus Ikebana berpose bersama dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Tribunnews.com)
Pengurus Ikebana berpose bersama dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Tribunnews.com)

KOEPANG.COM – Seorang sahabat asal Sumatera pernah bilang orang NTT rasa persatuan kedaerahan sangat tinggi. Dimana-mana mereka memiliki paguyuban atau perkumpulan. Mulai dari tingkat kampung, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Ucapan sahabat saya tidak berlebihan. Kenyataan demikian. Silahkan kita telusuri di daerah tempat tinggal kita masing-masing. Kita akan mudah menemukan paguyuban daerah baik itu khusus pelajar-mahasiswa maupun orang tua.

Sebagai misalnya, di Kota Kupang banyak sekali perkumpulan yang merepresentasikan etnis. Ada POT, Persatuan Orang Timor. Ada paguyuban Lamaholot dan sebagainya. IKADA punya orang Ngada. Tak terkecuali IKEBANA (Ikatan Keluarga Besar Nagekeo) yang mewadahi masyarakat Nagekeo di Kota Kupang.

Mesin Organisasi IKEBANA

Usia IKEBANA boleh dibilang masih ‘balita’ jika dibandingkan dengan paguyuban etnis lain bahkan dengan paguyuban yang berlatar belakang keecamatan yang sudah ada sebelum Kabupaten Nagekeo mekar dari Kabupaten Ngada.

Bicara ikatan keluarga berlatar kecamatan asal Nagekeo di Kota Kupang memang banyak. Semua kecamatan memiliki paguyuban sendiri. Di dalam kecamatan sendiri, ada paguyuban berdasarkan asal kampung, paroki dan sebagainya. Umumnya mereka bentuk dalam format UB atau kelompok arisan. Ada Sawoe dari Paroki Wolosambi, Sama Fonga dari Paroki Maukeli, dan masih banyak lagi.

Ada kelompok kecil atau paguyuban ini, maka kepengurusan IKEBANA tidak terlalu sulit untuk mengoranisir warganya. Maksimalkan saja peran dari pengurus paguyuban-paguyuban kecil ini. Dengan kata lain, perkumpulan-perkumpulan kecil ini dapat menjadi mesin organisasi IKEBANA.

Jadi dari aspek organisatoris, IKEBANA tidak mengalami kesulitan berarti. Kerangka organisasi sudah ada, yakni paguyuban-paguyuban kecil ini. Ini akan berjalan jika  kepengurusan IKEBANA mampu merangkul semua perkumpulan yang ada. Merangkul tidak harus melibatkan mereka dalam kepengurusan, bisa pula membangun komunikasi yang intens dengan warganya melalui pengurus paguyuban. Dengan demikian paguyuban-paguyuban ini menjadi jejaringnya IKEBANA.

Waspada Politcal Interest

Banyak fenomena paguyuban kedaerahan cenderung melibatkan diri dalam ranah politik praktis. Sebagai misal, payuban menjadi alat penggalangan massa dalam perhelatan Pilkada, Pilgub, Pilpres dan Pileg. Berbagai kegiatan paguyuban kerap mudah disusup oleh berbagai aktivitas politik. Dukung-mendukung paket atau calon tertentu.

Memang berpolitik adalah hak setiap warga negara. Termasuk warga negara yang bergabung dalam paguyuban-paguyuban kedaerahan. Tetapi, pertanyaannya, apakah setiap paguyuban wajib hukumnya berpolitik praktis?

Realitas sosio-politik ini sering terjadi  dimana saja. Paguyuban rentan berselingkuh dengan kepentingan politik baik saat Pilkada maupun Pilgub. Sebagai contoh, jelang Pilkada Kota Kupang, berbagai payuban mendeklarasi sikap dan dukungan politik terhadap paket tertentu. Apakah IKEBANA juga kelak mengikuti jejak paguyuban lain?

Pertanyaan ini menjadi bahan refleksi pengurus dan warga IKEBANA. Apakah AD/RT IKEBANA memuat klausul atau kesepakatan untuk terlibat dalam politik praktis?

Akan rayuan politik, IKEBANA harus memposisikan diri secara tegas dan jelas. Tidak terjebak political interest pihak tertentu. Karena tidak semua warga memiliki interest yang sama. Untuk itu, langkah yang bijak, IKEBANA harus berkiblat pada visi, misi, dan tujuan organisasi dan atau AD/RT-nya. Secara pribadi, seorang warga IKEBANA dapat mendukung paket tertentu, tetapi secara organisatoris IKEBANA harus melihat kembali dasar tujuan pendirian organisasi. Karena banyak organisasi daerah setingkat kabupaten/kota kadangkala aktif pada hari raya ataupun perhelatan demokrasi. Sedangkan pada hari-hari biasa, organisasi tersebut mati suri.

Peran Strategis IKEBANA

Jika IKEBANA dapat menarik  jarak dengan politik praktis, maka banyak peran yang dapat dimainkan IKEBANA baik itu masyarakat Kota Kupang maupun masyarakat Nagekeo Diaspora di Kota Kupang – bahkan untuk tanah tumpah darahnya di Nagekeo.

Untuk mendukung Kota Kupang, IKEBANA dalam menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang mendukung pemerintah Kota Kupang. Sebagai misal, meminta kapling tertentu sepanjang jalan-jalan protokol lalu menanam dan merawat pepohanan yang ada di dalamnya. Atau, IKEBANA dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyerukan hidup berdampingan satu sama lain di mana lingkungan warga Nagekeo berada, misalnya. Dan, masih banyak peran yang berhubungan pemerintah dan masyarakat banyak.

Untuk warganya, IKEBANA menjadi pengayom seluruh paguyuban tingkat kecamatan, paroki, kampung dan keluarga. Jadikan mereka jejaringan untuk membangun kebersamaan. Hidupkan berbagai gerakan sosial atau amal untuk membantu warga diaspora yang dirundung masalah atau duka. Memang pada awal pendirian, gagasan dana duka atau apapun namanya belum dijalankan secara maksimal. Malah terjadi perbedaan pandangan sehingga mengalami deadlock hingga hari ini. Pada akhirnya, masing-masing orang tampil secara pribadi atau kelompok kecil untuk membantu sesamanya.

IKEBANA dapat menjadi ruang yang mendidik dan membentuk generasi Nagekeo yang berkarakter. Menjadi calon pemimpin dalam berbagai bidang organisasi baik di swasta maupun di pemerintah.

IKEBANA dapat menjadi orang tua bagi pelajar-mahasiswa asal Nagekeo. Mendidik dan membentuk mereka menjadi generasi unggul. Mereka tidak saja unggul dalam aspek akademis, tetapi juga unggul dalam kehidupan sosial bermasyarakat. IKEBANA menjadi salah satu ruang yang tepat untuk mereka berkreasi. Dengan catatan, IKEBANA wajib melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan.

IKEBANA dapat menjadi pelopor untuk meningkatkan daya minat anak muda dalam berbagai kegiatan atau olahraga. Misalnya IKEBANA dapat berperan mendorong pelajar-mahasiswa berbakat ikut serta dalam berbagai ajang sesuai minatnya, misalnya sepak bola. IKEBANA harus memiliki tim sepak bola yang mampu bersaing dengan tim dari kabupaten lain. Persena Nagekeo tidak saja tumbuh dan berkembang di kampung induk, Nagekeo, juga berkembang di Kupang dan daerah lainnya dimana warga Nagekeo berada.

IKEBANA dapat menjadi wahana pembentukan kepemimpinan. Kita tidak dapat dipungkiri bahwa Nagekeo memiliki tokoh-tokoh besar yang memiliki pengaruh yang luas baik dalam bidang politik, pemerintahan, NGO dan swasta. Sebut saja Bapak Anwar Pua Geno, bapak Thomas Tiba, bapak Ebu To, bapak Alo Dando, bapak Feliks Dando, Margaretha Bhubu dan sederetan tokoh panutan lain yang dapat memberikan sharing dan berbagi pengalaman kepada generasi muda Nagekeo. Untuk itu diklat kepemimpinan penting dan menjadi bagian yang penting dalam upaya kaderisasi.

IKEBANA harus mengambil peran sebagai “Yohanes Pembaptis” dalam memotret pembangunan di Nagekeo. Tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi IKEBANA dapat memberikan pandangan politik sebagai seruan profetis yang bertujuan untuk kemajuan “Sao Pu’u” (baca: Nagekeo) IKEBANA.

Terakhir, IKEBANA, dengan kepengurusan baru lebih hidup dan progesif untuk menyusun program dan kegiatan yang menyentuh rakyat banyak dan warganya – tidak sekedar hanya perayaan natal bersama dan lain-lain.

Maka langkah yang harus ditempuh pengurus terpilih, bapak Marianus Jawa dan jajarannya, mulai menginventarisir dan mengidentifikasi paguyuban-paguyuban kecil guna membangun jejaring dan mendapatkan data warga Nagekeo Diaspora di Kota Kupang secara akurat. Pendataan warga IKEBANA   merupakan langkah penting sehingga tidak ada warga yang merasa dilupakan ataupun diingat hanya pada hal-hal yang memerlukan kehadiran mereka.

Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting, IKEBANA dapat memaksimalkan berbagai produk teknologi komunikasi untuk membangun komunikasi dengan anggotanya seperti website, facebook dan lain-lain.

Penutup: Filosofi Ike dan Bana

Mengakhiri tulisan ini, penulis berusaha untuk menafsir akronim “IKEBANA”. Meninjau dari sisi filosofis, dalam telaahan penulis. Bisa jadi salah atau tidak kena sasar.

Pemilihan akronim “IKEBANA” menarik dan syarat makna filosofis. Mungkin ada di antara kita yang bertanya, mengapa “IKEBANA”, bukan “IKABANA”? Meskipun IKEBANA merupakan kepanjangan dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo, akronim ini dalam tataran etimologis merupakan perpaduan kata “IKE” dan “BANA”.

“IKE”, dalam bahasa sebagian besar suku di Nagekeo artinya “ikat” atau “mengikat”. Sedangkan “BANA”, artinya “panas”. Di sinilah hebatnya, para pengagas wadah ini. Secara sadar ataupun tidak sadar, mereka telah memeteraikan makna yang mendalam pada akronim paguyuban ini yang bernama “IKEBANA” ini. Pertanyaannya, apakah kita sungguh-sungguh bersatu dalam ikatan yang bernama IKEBANA ini?  Apakah IKEBANA ini selalu hangat atau panas (bana)? Jangan-jangan IKEBANA hanya hangat atau panas menjelang hari raya dan Pilkada saja (bahasa daerah: bana napa hari raya ne’e Pilkada). Semoga tidak!

Mari kita membangun IKEBANA berbasis data sehingga program dan kegiatan tepat sasar sesuai dengan kebutuhan kemaslatan orang banyak (warga Kota Kupang) dan warga IKEBANA sendiri. To’o jogho, waga sama.

Kepada Bapak Marianus Jawa, yang terpilih sebagai ketua IKEBANA Periode 2016/2019 pada MUBES IKEBANA II (17/12/2016), penulis ucapkan PROFICIAT dan selamat menahkodai IKEBANA agar melaju lebih kencang.  ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

2 thoughts on “IKEBANA: Makna Filosofis IKE dan BANA

  1. om george, kalo saya boleh berpendapat b erkaitan denga makna flosofis dari nama ikebana. secara etimologi, ikebana berasal dari dua suku kata sperti yg om bilang, ike dan bana, ike artinya ikat, bana artix jalan. ikebana artinya diikat untuk bersatu dengan cara bergandengan tangan, sama sperti kita sedang ndera ato dero lalu kemudian kita maju berjalan bersama2, maka paslah denngan semboya to’o jogho, waga sama. makasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *