Foto Jokowi di Raja Ampat, Cara Jokowi Membahasakan Dirinya

oleh
foto-jokowi-di-raja-ampat-cara-jokowi-membahasakan-dirinya
Jokowi menanti fajar pertama tahun 2016 di Raja Ampat Papua (Foto: Facebook.Com/presidenID)

Raja Ampat – Papua Barat, KOEPANG.COM – Langkah Jokowi tidak seperti para pemimpin sebelumnya; merayakan natal bersama umat Kristiani di Kupang, menutup tahun 2015 di Raja Ampat Papua – yang mana kegiatan serupa selalu terpusat di Jakarta.

Gaya kepemimpinan Jokowi unik. Sedikit mobile. Mengungsi dari kenyamanan istana kepresidenan. Menghindari diri dari pekatnya polusi hawa ibukota. Merasakan segar dan asrinya alam pedesaan. Di Papua sana.

Penampakan foto Jokowi menyongsong matahari perdana 2016 di Raja Ampat memberikan makna sangat mendalam. Balik foto yang diselimuti pemandangan fantastik dihiasi larik keemasan sang fajar mengukir dalam tapak sejarah bangsa Indonesia.

Foto ini menggambarkan idealismenya. Cita-cita luhurnya bagi bangsa ini – dari Sabang sampai Merauke. Rekaman lensa yang menentukan langkahnya ke depan dalam menahkodai Indonesia. Pertanyaan, apakah ini pertanda Jokowi akan membangun Indonesia mengikuti arah datangnya matahari?

Pertanyaan ini sedikit bisa dijawab oleh berbagai kebijakan Jokowi untuk Kawasan Indonesia Bagian Timur. NTT yang berada dalam kawasan itu keciptratan kebijakannya.

Di antaranya Tol Laut yang membuka akses ke wilayah Indonesia Bagian Timur melalui laut. Tol Papua yang membuka akses di tanah Papua – yang terisolir antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Waduk dan PLTS di NTT. Masih banyak kebijakan pemerintahan Jokowi di Kawasan Timur Indonesia; Sulawesi, Nusa Tenggara, Ambon-Maluku, dan tanah Papua.

Aura foto tersebut natural. Tanpa rekayasa. Apalagi intrik dan nuansa pencitraan. Beginilah Jokowi membahasakan dirinya. Menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat.

Baginya, kehadiraan adalah bahasa itu sendiri. Bentuk komunikasi yang tidak lazim dilakukan para pemimpin di negeri ini. Kecuali Jokowi, yang mendekatkan diri dan meretas jarak pemimpin-rakyat menjadi selebar selaput mata saja.

Fotonya ini lebih daripada sebuah kalimat yang terujar dari mulutnya pada Perayaan Natal di Kupang (28/12/15) yang lalu.

“Kita satu Bangsa, satu Bahasa, satu tanah air, tapi Bukan satu agama,”

Gambar Jokowi di Papua adalah bahasa yang kuat. Menggoreskan pesan bagi bangsa ini. Ya, memang gambar lebih bermakna daripada seribu kata-kata. ***(Foto Feature: Facebook.Com/presidenID)

 

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.