Dia Marah Ketika Bos Kaya Mengabaikannya, Tapi Ia Terkejut Setelah Kematian Bosnya

oleh
Ilustrasi (Wolipop. Detik.Com)
Ilustrasi (Wolipop. Detik.Com)

| KOEPANG.COM | Dia Marah Ketika Bos Kaya Mengabaikannya, Tapi Ia Terkejut Setelah Kematian Bosnya. Bosku mengendarai mobil mewah setiap hari. Kewajibanku untuk menyambut dan membuka gerbang untuknya. Tugas ini saya lakukan ketika saya bekerja sebagai seorang penjaga di villa miliknya. Tetapi ia tidak pernah menjawab setiap sapaan saya.

Suatu hari ia melihat saya membuka plastik sampah di luar villa. Mencari makanan yang tertinggal di dalam plastik tersebut. Tetapi, seperti biasa ia tidak pernah menatap saya, ia bersikap seolah-olah tidak sedang melihat sesuatu.

Hari berikutnya saya melihat sebuah kantong plastik di tempat yang sama, tetapi kantong itu bersih dan berisi makanan yang terbungkus baik. Makanan segar dan hangat seperti ada seseorang baru saja membawanya dari supermarket. Saya tidak peduli dari makanan itu berasal, saya mengambil kantong plastik tersebut dan saya sangat bahagia.

Setiap hari saya menemukan kantong plastik ini di tempat yang sama dengan sayur segar dan semua yang kami butuhkan di rumah. Ini menjadi rutinitas harian saya. Saya makan dan berbagi makanan dengan istri dan anak-anak. Saya bertanya-tanya siapa orang bodoh yang melakukan hal ini? Meninggalkan kantong plastik dengan makanan segar di dalamnya setiap hari.

Suatu hari terjadi masalah besar di villa dan saya disampaikan kabar bahwa bosku meninggal. Begitu banyak tamu yang berdatangan ke villa dan saya tidak mendapatkan sesuatu makanan pun hari itu. Lalu saya berpikir bahwa salah satu dari antara tamu-tamu tersebut telah mengambilnya. Tetapi hal yang sama terjadi pada hari kedua, ketiga dan keempat.

Saya berjalan pada situasi ini selama beberapa minggu dan saya mengalami kesulitan untuk menyediakan makanan untuk keluargaku, sehingga saya memutuskan untuk bertanya kepada istri bosku dan memintanya untuk menaikan gaji atau saya keluar dari pekerjaanku sebagai seorang penjaga villa.

Setelah saya mengatakan kepadanya, ia terkejut dan bertanya saya, bagaimana mungkin anda tidak pernah mengeluh soal gajimu untuk 2 tahun terakhir ini? Dan mengapa gajimu tidak cukup bagimu sekarang? Saya memberinya begitu banyak alasan tapi dia tidak pernah yakin!

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. Saya mengatakan kepadanya seluruh kisah tas belanjaan yang berisikan makanan yang saya dapatkan setiap hari. Dia kemudian bertanya kepada saya kapan hal itu berhenti? Saya mengatakan setelah kematian suaminya. Dan kemudian saya menyadari bahwa saya berhenti melihat kantong kertas segera setelah kematian bos saya. Mengapa aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya? Bahwa boslah yang memberikan makanan tersebut untuk saya? Hal ini terjadi karena saya tidak pernah berpikir bahwa seseorang yang tidak pernah menjawab salam saya pernah bisa melakukan perbuatan murah hati dan mulia ini!

Istrinya mulai menangis dan saya mengatakan kepadanya untuk berhenti menangis serta mohon maaf karena telah memintanya untuk menaikan gajiku. Saya tidak tahu bahwa itu dilakukan oleh suamimu. Ia menyediakan  makanan setiap hari, aku akan tetap sebagai penjaga dan dengan senang hati memberikan pelayanan saya .

Istrinya mengatakan kepada saya, saya menangis karena saya akhirnya menemukan tujuh orang yang suami saya memberikan tas penuh dengan makanan. Dan hari ini saya menemukannya.

Sejak hari itu dan seterusnya, saya mulai menerima tas penuh makanan lagi, tapi kali ini anaknya membawanya ke rumah saya dan memberikan kepada tanganku. Tapi setiap kali saya mengucapkan terima kasih, dia tidak pernah menjawab! Sama seperti ayahnya!

Suatu hari, saya mengatakan kepadanya TERIMA KASIH dengan suara sangat keras! Dia menjawab kembali ke saya untuk tolong tidak tersinggung ketika dia tidak menjawab, karena ia memiliki masalah pendengaran, sama seperti ayahnya!”

Oh! Kami telah salah berkali-kali menghakimi orang lain tanpa mengetahui kisah sebenarnya di balik tindakan mereka.

Jadilah baik dan sopan dalam berurusan dengan orang lain, untuk semua orang sedang menghadapi perjuangan yang lebih keras. Hati-hati , tidak semuanya tentang anda. Sebelum anda berprasangka, ada satu hal yaitu BERTANYA.

Jangan hanya melompat ke kesimpulan, karena hal tersebut benar-benar  bukan sebuah latihan, hal ini mungkin dapat menyebabkan anda terluka di akhir hari . Banyak dari masalah kita disebabkan oleh bagaimana kita memproses apa yang terjadi di sekitar kita.

Jangan menilai situasi anda belum pernah berada di dalamnya. Jadilah cukup rendah hati untuk belajar. Anda tidak tahu semua hal. Mari kita mengubah cara kita merasa tentang diri kita sendiri dan orang lain.

Ada dua sisi cerita ini. Pertama, jangan percaya semua yang anda dengar. Kedua, setiap orang yang anda temui sedang menghadapi perjuangan yang lebih berat yang anda tidak ketahui. ***

Diterjemahkan oleh Giorgio Babo Moggi dari Thedailyheadline.Com

[irp posts=”100″ name=”Filter Globalisasi Melalui Cinta Budaya Sendiri”][irp posts=”24″ name=”Pertemanan dan Filter Diri”][irp posts=”19″ name=”Sesuatu yang Terjadi Demi Kebaikan Kelak”]

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *