Claudya Rayakan Kelulusan dengan Cara Salurkan Hobi Fotografi

oleh
Claudya Yanni (Foto: Facebook.com/Claudya.Yanni)
Claudya Yanni (Foto: Facebook.com/Claudya.Yanni)

| KOEPANG.COM | Claudya Rayakan Kelulusan dengan Cara Salurkan Hobi Fotografi. Berbagai cara untuk merayakan kelulusan sekolah di kalangan pelajar SMA atau setingkatnya. Cara yang paling menyolok adalah mencorat-coret seragam, mewarnai tubuh dan rambut, dan arak-arakan keliling kota. Cara atau ekspresi ini kerap menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Karena perayaan kelulusan ini kerap dinodai perilaku yang ugal-ugalan di jalanan sehingga memicu tawuran antar pelajar.

Di tengah-tengah pelajar yang merayakan kelulusan di jalanan (Sabtu, 7/5/16), ada pula pelajar yang tampil rapih. Tanpa coretan di tubuh dan seragam. Pelajar itu adalah Claudya Yanni A. Ng Djawa, pelajar SMK Katolik Swastisari Kupang. Koepang.Com berhasil menjumpai dan mewawancarai pelajar berparas hitam manis ini.

Kepada Koepang.Com, Claudya, demikian remaja ini disapa mengemukan bahwa kelulusan adalah permulaan untuk memulai sesuatu yang berbeda. Menanggalkan seragam dan menggantinya dengan seragam yang baru.

Pemaknaan kelulusan yang sederhana ini menjadi alasan Claudya untuk tidak bereforia yang berlebihan misalnya dengan mencoret-corat seragam dan mencat rambut. Ia tidak setuju dengan perayaan dengan cara ini karena cara ini dapat merusak tubuh sendiri.

“Hakekat kelulusan bukan ajang hura-hura. Bukan ajang untuk mencoret-coret seragam. Bukan pula merusak diri dengan cat, piloks atau spidol, konsumsi minuman keras dan ugal-ugalan di jalanan.”

“Saya malah berpikir lebih baik momentum seperti dimanfaatkan untuk berkumpul dan berdoa bersama teman-teman seangkatan, para guru dan staf di sekolah.”

Saya bersyukur di sekolah, wali kelas saya, bapak Gerin D. Matheus, sudah menghimbau kepada kami tidak terbawa arus eforia yang merusak citra diri.

“Awal sebelum mendengar kelulusan, wali kelas dan kaur kurikkulum menghimbau kami agar lebih baik berkumpul dan berdoa di sekolah bersama sebagai ucapan syukur serta wujud terima kasih kami atas 3 tahun bersama di sekolah.”

Ketika Koepang.Com menyentil seragamnya, remaja berzodiak Virgo ini, menuturkan akan menyerahkan kepada teman, adik atau saudara yang lebih membutuhkannya.

“Alangkah lebih baik, kita menyumbangkan ke panti atau orang yang sangat membutuhkannya. Itu khan lebih bermanfaat.” Imbuh putri pasangan Chornelis Ng. Djawa dan Trince Farida Wong ini.

Terkait perayaan ini yang dianggap telah menjadi tradisi ini, Claudya berpendapat saatnya kita memperbaikinya bahkan memghapuskannya karena masih banyak cara lain yang lebih kreatif dan bermanfaat bagi orang banyak.

“Tradisi seperti ini yang harus kita perbaiki, bila perlu kita hapus.”Pungkas remaja yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini.

Meskipun ia tidak setuju dengan perayaan ala pelajar ini, Claudya mengakui turun ke jalan (Sabtu, 7/5/16).

“Saya memang turun ke jalan, tetapi hanya untuk memotret teman-teman.” Tandas gadis berdarah Sabu-Timor dibarengi dengan senyum khasnya. ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *