Berburu Ikan Segar, Nikmati View Teluk Kupang

oleh
Ilustrasi (Foto: Tribunnews.Com)
Ilustrasi (Foto: Tribunnews.Com)
Ilustrasi (Foto: Tribunnews.Com)

| KOEPANG.COM | Berburu Ikan Segar, Nikmati View Teluk Kupang.  Sabtu, 10 Januari 2015, langit Kota Kupang terkoyak semalam. Menjelang subuh hujan deras mengucur. Meninggalkan kabut keabuan-abuan hitam. Gerombolan mega itu beringsut ke timur.

Kami melaju di atas aspal yang masih basah. Berburu ikan segar di pantai Alak, 5 km dari Halte Merdeka. Suasana jalan masih lengang, motor yang kami tumpangi melaju tanpa rintangan.

Menuju Pelabuhan Perikanan Pantai

Setiba di pantai Alak, aktivitas di pantai sepi. Tidak ada perahu motor yang berlabuh. Apalagi nelayan dan pemburu ikan (pembeli) bertransaksi.

Kami terus bergerak ke arah barat. Satu pelabuhan ikan milik Pemerintah Provinsi NTT. Ya, Pelabuhan Perikanan Pantai, 6 km dari Alak. Tepatnya, sisi barat pelabuhan Tenau. Kami mencoba peruntungan ke sana kala matahari enggan bukakan kelopaknya.

Kami tiba disambut deru perahu motor yang pulang melaut. Para pemburu ikan (penjual) berjubel di tepi pelabuhan. Sebagian berdiri, sebagian lagi duduk. Mereka bercengkerama dengan akrab karena mereka memang sudah saling kenal.

Alamak, Mahalnya Ikan!

Satu per satu perahu merapat secara bergantian ke bibir dermaga yang sudah ditunggui pembeli. Menuju dasar tepi dermaga, para pembeli harus menuruni tangga yang terjal. Transaksi jual beli pun terjadi antara penjual dari atas perahu dan pembeli yang berdiri di dasar dermaga bahkan masuk ke laut hingga kedalaman setinggi lutut.

Cuaca yang tidak ramah berdampak pada harga ikan. Juga jenis ikan tangkapan. Berbeda dengan hari-hari yang cuacanya cerah. Kami pun hanya dapat seonggok ikan kombong, orang Kupang biasa menyebutnya.

Kami tidak segera pulang usai mendapat hasil buruan. Bertahan menanti para penjual lain yang terus berdatangan dari tengah laut. Berpindah ke sisi pelabuhan ikan yang lain. Suasana sama seperti sisi pelabuhan yang pertama. Para penjual berdesakan. Harga ikan sangat mahal. Seekor cakalang sepanjang 1 meter seharga 500 ribu. Paling banter turun 250 ribu. Kata penjual. Alamak!

Para penjual membuka lapak. Membentang terpal untuk menaruh ikan tangkapan. Tawar menawar hingga mencapai kecocokan harga. Kadang-kadang penjaja ikan ‘jual’ mahal.

“Kalau tidak mau beli, saya bisa jual lagi besok.” Nyeletuk seorang penjual.

View Teluk yang Menakjubkan

Suasana pelabuhan mengurungkan niat kami ‘ntuk segera pulang. Matahari yang sendu melengkapi permukaan laut yang teduh. Ada semburatan cahaya membias badan puluhan perahu motor yang berlabuh sehingga memancarkan view yang menakjubkan. Oh, indah nian pagi itu.

Bagi anda yang menggeluti dunia fotografi, Pelabuhan Perikanan Pantai dapat menjadi obyek untuk menemukan inspirasi. Mengabadikan kehidupan pelaut-pembeli dalam gambar tak bergerak. Di sana, anda dijamin menemukan sejuta angan yang menjelma menjadi kenyataan. Terhibur oleh tingkah pembeli dan penjual berbicara dalam dialek Kupang yang kental. ***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *