Arah Bidik Peran Apoteker (IAI) Cabang Sikka dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat

oleh
Ilustrasi (Foto: Facebook.com/OozGobang)
Ilustrasi (Foto: Facebook.com/OozGobang)

| KOEPANG.COM | Arah Bidik Peran Apoteker (IAI) Cabang Sikka dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat.  Apakah Apoteker memiliki peran penting dalam dunia kesehatan? Jawabannya Ya. Seorang Apoteker harus menguasai dunia obat, bukan hanya guna, komposisi, dan efek samping  dari obat tersebut, tetapi juga menguasai Drug Related Problems (DRPs) yaitu masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan dalam pemberian obat yang terdiri dari Failure to Receive Medication (tidak menerima obat yang diresepkan), Drug Used Without Indication (penggunaan obat tanpa indikasi), Improper Drug Selection (pemilihan obat yang tidak tepat), Sub-Therapeutic Dosage (dosis terlalu rendah), Over Dosage (dosis terlalu tinggi), Untreated Indication (indikasi yang tidak ditangani), Adverse Drug Reaction (reaksi obat yang tidak dikehendaki), dan Drug Interaction (interaksi obat). DRPs merupakan bagian dari proses asuhan kefarmasian yang menggambarkan suatu keadaan, di mana seorang profesional (apoteker) menilai ketidaksesuaian pengobatan dalam mencapai terapi yang sesungguhnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Apoteker belum benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Maumere khususnya. Bukan karena Apoteker tidak bekerja, tetapi profesi yang lebih banyak berkomunikasi langsung dengan pasien adalah dokter, perawat dan bidan. Lalu di manakah Apoteker? Mari kita lihat salah satu fakta di fasilitas kesehatan yaitu Pusat Kesehatan Masyarakat (PusKesMas). Dalam Permenkes No. 75 Tahun 2014 menyebutkan bahwa setiap Puskesmas harus ada Apoteker yang bertanggung jawab dalam kegiatan pelayanan kefarmasian. Namun dalam kenyataannya, yang bertanggung jawab dalam pelayanan kefarmasian justru bukan dari profesi apoteker. Lalu, apakah ini kesalahan Apoteker? Tidak. Apakah kekurangan tenaga Apoteker? Lagi-lagi jawabannya Tidak.

Di dunia barat, Dokter bekerja sama dengan Apoteker menangani masalah kesehatan pasien. Dokter bertugas untuk mendiagnosa, lalu berdiskusi dengan Apoteker mengenai peresepan obat yang tepat untuk pasien, karena seperti penjelasan sebelumnya bahwa Apoteker lebih menguasi dunia obat beserta dengan DRPs. Sekali lagi, Apoteker lebih menguasai dunia obat. Mengingat besarnya peran Apoteker, maka Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Sikka mengadakan Seminar yang tentunya bermanfaat bagi Apoteker di Kabupaten Sikka, dan juga bagi semua Apoteker yang turut hadir dalam Seminar tersebut.

Sabtu, 2 April 2016, bertempat di Capa Hotel & Resort, Maumere, Flores, Apoteker dari IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Cabang Sikka mengadakan Seminar dengan tema yang sangat menarik “Peran Apoteker Pada Kegawatdaruratan Obstetri”. Dalam kata sambutan Ketua Panitia, Saudari Stevania Beatrix Bogar, S. Farm., Apt, menyapa peserta yang hadir dalam seminar tersebut, bukan hanya dari kalangan Apoteker, tetapi juga dari kebidanan, keperawatan dan asisten apoteker. Harapan Ketua Panitia bahwa Apoteker juga memiliki peran penting dalam masalah kegawatdaruratan obstetri, termasuk pada preeklamsia dan eklamsia pada kehamilan dan nifas. Seminar yang dihadiri oleh 125 peserta dari daratan Flores, Lembata dan Kupang begitu antusias saat Pembicara dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Sanjinawa, Gianyar, dan Ibu Dra. Endang Martiniani, M. Pharm., Apt, Apoteker Klinisi Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya, memaparkan dan membahas masalah preeklamsia dan eklamsia.

Seminar dibuka oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka. Ketika memberikan Sambutan, Bapak Sekretaris Daerah menyampaikan harapannya agar Apoteker mempunyai peran penting dalam kesehatan. Dukungan penuh diberikan oleh Bapak Sekretaris Daerah kepada IAI Cabang Sikka untuk setiap kegiatan yang memberi nilai positif dalam bidang kesehatan. Selain itu, Bapak Petrus Herlemus, S. Si., Apt yang adalah Ketua Pengurus Cabang IAI Kabupaten Sikka, juga menyampaikan kebanggaannya kepada sejawat Apoteker yang begitu aktif untuk mengadakan seminar. Besar harapan agar Puskesmas di Maumere bisa memberi ruang gerak kepada Apoteker untuk melaksanakan tugas Profesinya. Bukankah lebih baik jika suatu bidang dipegang oleh orang yang benar-benar menguasai bidang tersebut? Hm, semoga saja.

Seminar juga dimeriahkan oleh penampilan adik-adik dari Sanggar Lunung Kunung (SDI Maumere/SD Tingkat) yang membawakan tarian Papak Lado Gahar dibawah pengarah gerak tari dan musik Bapak Chyrilus Maichu. Selain tarian, hadir juga teman-teman dari Bank NTT yang memaparkan produk-produk pelayanan Bank NTT beserta door prize yang menarik.

Bukan hanya Seminar yang diadakan pada hari itu, namun ada juga Workshop Pengisian STRA Online yang dibawakan oleh pemateri Ibu Maria Waty Pareira, S. Farm., Apt. Seminar dan Workshop yang dipandu oleh MC Karmadina Oswanty, S. Farm., Apt ditutup pada pukul 17.30 WITA. Keesokan harinya, 3 April 2016, bertempat di Aula Henrich, Wairklau Maumere, Panitia kembali mengadakan Konferensi Cabang yang dihadiri oleh Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Nusa Tenggara Timur, Bapak Yanuaris Nahak, dan dihadiri juga Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Sikka periode 2012-2016, Bapak Petrus Herlemus, S. Si., Apt. Hasil konfercab memilih dan memutuskan Ibu Fransiska Sinandona N. Rusli, S. Si., Apt sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Sikka periode 2016-2020, dan Bapak Petrus Herlemus, S. Si., Apt sebagai Dewan Penasehat peridoe 2016-2020.

Selamat bertugas untuk Ibu Fransiska Sinandona N. Rusli., S. Si., Apt sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Sikka. Besar harapan, Apoteker memberikan kontribusi yang terbaik sesuai profesinya dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Arahkan bidikkan ke pelayanan Konseling, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat, bukan untuk dilihat dan dipuji, tapi untuk itulah teman-teman Apoteker dilahirkan dalam dunia kesehatan. Memberikan Konseling, Informasi dan Edukasi bisa melahirkan masyarakat yang cerdas dan sadar terhadap pelayanan kefarmasian yang baik. Jika kita memberi lebih, apa mungkin kita diabaikan? Selamat berkarya para Apoteker di Kabupaten Sikka. Maju terus IAI Cabang Sikka. ***

Ooz Gobang, Anggota IAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *