Angelino: Ini Bukan Kehebatan Saya

oleh

Kupang, KOEPANG.COM – Tanggal 03 September 2014, pengambilan sumpah anggota DPRD NTT. Sebanyak 65 orang. Salah satu diantaranya, Pak Angelino da Costa, Ketua RW 12, Kelurahan Liliba.

Angelino sosok kalem. Dikenal dekat dengan tetangga. Potongan rambutnya cepak. Berbadan tegap. Kepribadiannya ramah dengan semua orang.

Pada kesempatan berbahagia hari ini, Angelino merayakan syukur dengan tetangga dan keluarga dekatnya. Hadir pula Eurico Guterez, jajaran pengurus PAN, dan beberapa wartawan.

Acara syukuran pun sederhana. Tidak ada panggung dan menu istimewa seperti biasanya keluarga Dilli dalam merayakan pesta. Alasannya, ia tidak mau melukai hati konstituennya dengan perayaan mewah sebelum merayakan syukuran dengan mereka. Dalam waktu dekat, ia akan turun ke titik-titik Dapil VII yang pernah dikunjungi pada masa kampanye dan merayakan kesuksesannya. Meskipun acaranya kelak dibuat sederhana, tapi pesan tersampaikan. Demikian urai Angelino yang meraih gelar Master Hukum Undana ini.

Bagi Angelino, ayah tiga anak ini, mengakui bahwa kesuksesannya bukan kehebatannya semata melainkan dukungan istri, anak-anak, keluarga besar dan orang lain. Kendatipun tetangga atau sahabat dan kerabat kenalannya tidak memilihnya (beda Dapil), tetapi melalui SMS atau telepon mereka ke keluarga atau kenalan di Belu, TTU, dan Malaka telah menghantarnya ke kursi dewan Provinsi NTT.

Angelino mengakui dukungan masyarakat juga melalui doa. Masyarakat di Dapil VII, camp pengungsi eks Timor-Timur, melakukan novena khusus. Lilin pun terus menyala hingga ia dipastikan dan ditetapkan sebagai caleg terpilih dari PAN. Dukungan doa pun datang dari adiknya yang berkarya di Filipina.

Dalam sepatah kata dua, Angelino mengakui ‘berhutang’ budi kepada Eurico Guterez, ketua DPD PAN NTT. Dari PAN-lah, titik 0 karier politik dimulai hingga ia terpilih menjadi legislator. Angelino bertekad, atas kepercayaan Eurico dan jajarannya, untuk menjadi garda terdepan partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil VII pada khususnya dan masyarakat NTT pada umumnya.

Menurutnya, pengambilan sumpah bukan akhir dari perjuangan. Pengambilan sumpah adalah awal dari perjuangan. Perjalanannya ke depan semakin berat. Karena itu, Angelino tetap meminta dukungan kerabat dan kenalan untuk tidak henti-hentinya berdoa supaya ia tetap berjalan di rel yang benar. Ia pun terus bersuara sebagai jembatan aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa “Angelino yang sekarang tetap seperti Angelino yang dulu”. Bedanya, sekarang ia harus bangun pagi-pagi, berpakaian rapih, dan berangkat ke kantor.

“Ketua RW tetap”, Pak John Tokan langsung menyela.

“Status ketua RW tetap. Nah, kalau ada yang mau rebut, tidak usah rebut. Saya kasih saja.”Jawab Angelino, ketua Fraksi PAN terpilih, yang ternyata pandai melucu. Hadirin dibuat terbahak-bahak senja hari ini.

Proficiat Pak Angelino. Selamat berkarya. Terus menjadi anggota dewan yang rendah hati seperti janjimu; Angelino yang sekarang masih seperti Angelino yang dulu.

Tuhan bersertamu.***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.