Abraham Samad: Afair atau Korban Selfie

oleh

Jakarta, KOEPANG.COM – Belum lama berselang Budi Gunawan, calon Kapolri, ditetapkan sebagai tersangka (Selasa, 13/01/15), berita kembali menghentak tanah air hari berikutnya (Rabu, 24/01/15) yakni beredar foto mesra Abraham Samad dan wanita yang diduga Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti.

Foto-foto ini menembus deretan trending topic di google. Sekaligus menjadi pukulan telak pucuk pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan jajarannya. Namun, Abraham Samad menanggapi dingin foto-foto yang meramaikan jagad maya tersebut. Ia mencurigai foto-foto tersebut sebagai upaya counter attack terhadapnya.

Pernyataan Samad menimbulkan berbagai spekulasi. Apakah foto-foto tersebut merupakan serangan balik kubu Budi Gunawan? Ataukah ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi perseteruan antara KPK dan kubu Budi Gunawan?

Terlepas spekulasi siapa di belakang rekayasa tersebut, tentu penyebaran foto-foto tersebut menyedot kosentrasi dan energi Samad dalam upaya penegakan hukum di tanah air. Meskipun Samad mengganggap ujian serupa telah dialami sebelum ia menjadi ketua KPK.

Isu amoral masih menjadi komoditas yang kerapkali digunakan untuk menjatuhkan seseorang. Tidak terkecuali seorang Abraham Samad. Di tengah isu afair yang kian kencang, dibutuhkan sikap gentlemen Samad untuk meluruskan ‘gosip’ tersebut ke hadapan publik.

Dengan kedudukannya sekarang, ia menjadi sasaran empuk musuh-musuhnya atau pihak-pihak yang berupaya untuk memancing di air keruh. Di tengah ekspetasi masyarakat yang tinggi kepada KPK untuk memberantas korupsi, beban itu ada di pundak Samad. Beban Samad kian berat tatkala ia diterpa prahara foto-foto mesrah.

Kepada awak media, Samad menilai foto-foto yang beredar merupakan rekayasa digital. Ia tidak memungkiri bahwa ia seringkali diminta untuk foto dengan masyarakat baik perorangan maupun berkelompok. Jika dugaan Samad benar, maka Samad merupakan salah satu petinggi korban rekayasa digital. Sebelumnya, nasib yang sama dialami oleh Jokowi.

Untuk mengugurkan dugaaan ini, maka Abraham Samad harus tampil membuktikan dirinya bersih. Apapun motivasi si perekayasa, perbuatannya telah merembet ke ranah hukum. Jika Abraham Samad memilih untuk diam diri, maka foto-foto tersebutlah yang membungkam dirinya untuk memproses berbagai kasus yang sedangan ditanganinya. Karena kebenaran harus diperjuangkan dan dibuktikan. Ia tidak datang dengan sendirinya. Hukum kelak membuktikan bahwa Abraham Samad adalah pelaku affair sesungguhnya atau korban selfie yang direkayasa musuh-musuhnya atau orang usil yang hanya memperkeruh suasana politik di tanah air.***

Tentang Penulis: Giorgio Babo Moggi

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pendapat atau pikiran tanpa terbelenggu.